Wednesday, December 22, 2010

Video Porno

Wanita itu kompleks. Pria juga. Wanita memikirkan perasaan, pria memikirkan tindakan dan kadang sebaliknya. Pria dan wanita sama saja. Sama - sama membutuhkan tindakan dan perasaan.
Rasanya kemarin sama dengan hari ini. Lagi - lagi bangun pagi, mengusap - usap wajah sebentar, melakukan ritual di kamar mandi dan melihat berita hari ini. Bedanya, sekarang teknologi sedikit lebih canggih. Teknologi blackberry dan I-phone 4. Ada notifikasi di jejaring sosial facebook, ‘video from xxxx’. Lagi - lagi.


Aku biasa saja dan mungkin aku tidak terlalu peduli. Tidak ada lagi ruang privat, semua seakan - akan harus dibagi ke khalayak umum. Termasuk berita mesum tersangka artis x yang mulai mendatangkan cemooh. Aku menggeleng. Buat aku terserah saja. Mau dia berbuat mesum atau korupsi atau menyeleweng, ya terserah. 
Manusia... ya dasar manusia. Seakan - akan merasa paling benar, paling suci dan paling berbudi. Padahal mungkin sama saja. Sama - sama berbuat mesum. Bedanya dia artis, yang lain tidak. Bedanya dia tertangkap, yang lain ya masih aman - aman saja. Ini istilahnya maling teriak maling. Lucunya manusia.
Apa lantas aku merasa paling benar dibanding yang lain? Walah, malu aku mengatakan seperti itu. Ibadah saja belum benar, masih sering berbuat dosa, masih sering membohongi orang lain dan mencelakai orang lain. Kalau boleh bilang kasar, ya sama saja aku sedang berbuat mesum; mesum terhadap kejujuran, mesum terhadap kekayaan, mesum terhadap kekuasaan dan mesum terhadap diri sendiri. Lebih parah lagi, mesum terhadap pikiran sendiri. 
Kalau sudah begini, terus apa aku juga harus ditangkap polisi dan diadili secara moral? Kalau boleh sedikit nyeleneh, suka - suka aku dong.
Terus dibilang lagi, “kan kamu public figure.”
Kalau public figure terus harus bertanggung jawab sama dirimu? Aku mengutuk.
Mungkin ini yang namanya manusia sebagai mahluk sosial. Manusia yang kebablasan, Ingin tahu yang orang lain lakukan kemudian menghakimi.
Malam sebelumnya temanku bertanya,”kalau kamu jadi wanita itu, apa yang akan kamu lakukan?”
Bermimpi jadi artis? Boro - boro menghayal jadi artis. Menghayal jadi cantik saja rasanya susah. Dan jawabanku nyeleneh juga akhirnya.
“Seneng dong. Aku jadi tambah terkenal sampai luar negeri.”
Dan temanku terkekeh.
Pikiran bodoh orang biasa yang ingin jadi terkenal.
Dan nyatanya, banyak orang dan hampir sebagian orang ingin jadi terkenal. Jujur deh.
Dan nyatanya berapa banyak yang senang dengan video porno?
Dan nyatanya manusia memang senang melakukan sesuatu yang meningkatkan adrenalin, melakukan sesuatu sembunyi - sembunyi akan terasa lebih nikmat.
Ya, sama dengan nonton video porno, jual video porno atau melakukan adegan porno.
“Tapi ya tidak begitu juga.” Kata temanku
“Kita masih banyak yang tidak suka dengan begituan koq,” kata temanku yang satu yang memang terkenal paling alim sedunia, menurut versi sosialita kami yang paling tidak alim sedunia. Semuanya dianggap halal, asal tidak merugikan orang lain.
Kalau dilakukan sembunyi - sembunyi dan tidak ketahuan, bagaimana?
Ia tidak bisa menjawab.
“Kan tidak merugikan orang lain.” Sahutnya, akhirnya.
Aku mungkin orang yang tertawa paling keras akhirnya. 
Ya itulah manusia. Jadilah moto kami, boleh lakukan segalanya asal tidak merugikan orang lain.
Kenyataannya, mau nonton video porno, mau berbuat mesum, mau mencuri atau korupsi atau membunuh orang sekalipun ya silahkan saja asal jangan merugikan orang lain. Toh, itu tanggung jawabmu sendiri. Tanggung jawab terhadap diri kamu sendiri dan tanggung jawab terhadap yang kuasanya tertinggi dibanding mahluk sejagat, kalau kamu masih punya kepercayaan itu. Dan tanggung jawab juga terhadap orang - orang yang kamu rugikan.
Sederhana, kan?
Kalau sudah begini, silahkan lihat sendiri dunia yang kita tinggali menjadi seperti apa.
Semoga menjadi lebih bahagia dan menyenangkan.
Trans TV, Juni 2010